• banner1
  • banner2

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 5 LUWU | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 5 LUWU

NPSN : 40306108

Jl.Jambu Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu 91995


info@sman5luwu.sch.id / smanel5luwu@gmail.com

TLP : 085340062586


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 101383
Pengunjung : 40991
Hari ini : 20
Hits hari ini : 57
Member Online : 0
IP : 44.221.73.157
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

PENTINGNYA KEBERSIHAN




Diterbitkan : 27 November 2021 09:13
Sumber : Buku Reverensi
Penulis : FADLIA

 

“ PENTINGNYA KEBERSIHAN TERHADAP KESEHATAN DIRI DAN LINGKUNGAN DAN MENUMBUHKAN SEMANGAT BELAJAR SISWA DALAM SUASANA PANDEMI COVID 19 “

 

A.    Latar Belakang

Pandemi Covid-19 adalah sebuah realitas global yang menimpa tatanan kehidupan normal umat manusia mulai dari level Internasional, hingga kedalam rumah tangga. Ia menjadi musuh bersama yang harus dilawan dan dimusnahkan dengan cara, memutus mata rantai penyebarannya.

Adapun musibah yang dialami, aktifitas kehidupan keseharian harus tetap berjalan. Bekerja dirumah yang lebih disebut Work From Home ( WFH ) dan Belajar Dari Rumah ( BDR ) menjadi keniscayaan yang harus dijalani dalam beberapa waktu terakhir ini, Pemerintah Indonesia pun sudah mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan pertemuan face to face atau belajar dalam bentuk tatap muka bagi peserta didik.

Kebersihan dan membiasakan hidup sehat serta peduli terhadap kebersihan lingkungan merupakan salah satu solusi dalam mengatasi Wabah atau pandemic Covid 19 atau wabah-wabah lainnya.

Dalam kondisi darurat atau pandemic Covid-19, kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara maksimal seperti biasanya. Namun demikian siswa harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran. Pada masa darurat Covid-19, madrasah telah melaksanakan kegiatan pembelajan ditengah kondisi darurat sesuai dengan kondisi dan kreatifitas masing-masing madrasahbaik dengan menggunakan Moda Daring maupun Moda luring. Belajar dari rumah Tidak harus memenuhi tuntutan kopetensi atau target-target kurikulum, telah lebih ditekankan pada pembangunan karakter, ahlak mulia, Ubudiah dan kemandirian siswa.

B.     Sistimatika Pembelajaran Google Classroom

Sintaks atau langkah-langkah Pembelajaran Moda Daring Googles Classroom adalah sebagai berikut :

1.     Persiapan

a.     Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) agar pembelajaran berjalan sistimatis

b.     Guru membuat Link Google Classroom untuk menyiapkan Kode Kelas yang akan dibagikan ke peserta didik

c.      Siswa Menwdload aplikasi google Classroom melalui Playstore agar peserta didik bisa join atau bergabung dengan Link guru.

d.     Peserta didik membuat group WA dan guru tergabung dalamnya, fasilitas ini digunakan oleh guru untuk mengirim kode kelas kepada peserta didik

e.     Karena Pembelajaran Moda Daring Google Classroom ini menggunakan Pendekatan Saintifik, Model Pembelajaran Direct Instruction dan metode diskusi, maka siswa bisa membentuk Kelompok Belajar Visual ( KBV )

 

2.     Pelaksanaan

a.     Guru mengaktifkan aplikasi Google Classroom

b.     Siswa juga mengaktifkan aplikasi Google Classroom dan join atau bergabung dengan Link yang telah dibuat oleh gurusetelah memasukan Kode Kelas yang telah dikirim guru melalui group WA

c.      Guru memastikan semua siswa telah join atau bergabung di Google Classroom

d.     Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok Virtual

e.     Kemunikasi Virtual Masing-masing kelompok bisa melalui group WA, Zoom meeting yang dibuat sendiri oleh kelompok tersebut atau atas bimbingan guru, atau memanfaatkan Google Classroom sebagai sarana komunikasi Virtual

f.       Materi dan bahan ajar dan penugasan tidak perlu mengejar target-target kurikulum sebagaimana dalam situasi normal, yang penting pembelajan dari rumah tetap berjalan.

g.      Guru mengirim materi atau bahan ajar beserta penugasan atau Quis atau lainnya bisa dalam bentuk File Word atau PDF atau video terkait materi ajar kepad a setiap siswa atau setiap kelompok

h.     Guru membuat kesepakatan dengan siswa kapan waktu penyelesaian dan penyerahan tugas

i.       Guru memantau aktifitas atau kegiatan kelompok siswa dengan memanfaatkan kolom komentar yang ada diaplikasi Google Classroom

j.       Tugas atau bentuk lainya setelah selesai dikerjakan diserahkan keguru dengan cara mengapload di Google Classroom

k.      Guru memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan nilai dalam bentuk kuantitatif, kemudian mengapload ke Google Classroom

3.     Penutup

Guru menyampaikan ungkapan apresiasi, kata-kata sanjungan kepada seluruh siswa atas partisipasi mereka dalam Pembelajaran Moda Daring melalui kolom komentar yang ada di aplikasi Google Classroom agar siswa Tetap aktif, semangat termotifasi.

 

C.     Suasana Hati Pada Saat Kegiatan Pembelajaran

Pada awal kegiatan Belajar Dari Rumah ( BDR ) diterapkan terkait pandemi atau darurat Covid-19 menimbulkan suasana kebatinan harap-harap cemas apakah akan berjalan sukses atau tidak karena belum terbayangkan sebelumnya suatu saat akan ada kegiatan pembelajaran seperti saat ini, apalagi belum ada panduan kurikulum. Namun seiring berjalannya waktu dan terbitnya panduan kurikulum darurat kegiatan belajar dari rumah mulai terbiasa dan berjalan terarah. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa muncul kerinduan peserta didik dan para guru untuk belajar dengan tatap muka seperti biasa menimbulkan kegelisahan tersendiri.

D.    Tanggapan Orang Tua, Guru dan Siswa

 

1.     Tanggapan Orang Tua Siswa

Kegiatan belajar dari rumah dimasa darurat atau Covid-19 ini, pada awaltidak difahami oleh orang tua siswa, mereka beranggapan seolah-olah suasana darurat ini semua siswa diliburkan. Namun seiring waktu berjalansetelah terkomunikasikan secara baik dengan orang tua siswa mereka baru memahami bahwa dalam suasana darurat Covid-19 pembelajaran tetap berjalan namun belajar dari rumah orang tua siswa juga sangat bersyukur dengan adanya kegiatan dari rumah karena beralasan bahwa dengan adanya kegiatan dari rumah secara Online anak-anak mereka memanfaatkan HP untuk kepentingan pembelajaran bukan hanya untuk main game atau hal lain yang tidak penting.

2.     Tanggapan Guru

Sementara itu para guru berpendapat bahwa pembelajan Online dari rumah semakin memacu para guruuntuk menguasai IT karena Trend pembelajaran dan psuenilaian saat ini sudah berbasis Online. Pebelajaran Online dari rumah juga menimbulkan tantangan dan kegelisahan tersendiri bagi guru, hal ini terkait dengan penguasaan IT, sarana yang dimiliki siswa (HP, Laptop) akses internet, kuota atau pulsa data serta kondisi geografis.

3.     Tanggapan Siswa

Pembelajaran Moda Daring pada dasarnya sangat diminati oleh siswa karena aktivitas dalam duniamaya yang memanfaatkan IT(HP, Laptop) saat ini sudah merupakan bagian dari “life style” atau gaya hidup mereka. Kebiasaan mereka bergelut dengan aktivitas dunia maya tidak bisa dihentikan sehingga arahan dari orang tua maupun guru untuk memanfaatkan HP dan Laptop secara sehat dalam aktivitas online menjadi penting.

 

E.     Kelebihan dan Kekurangan Moda Daring Geogle Classroom

 

1.     Kelebihan

a.     Guru dapat memantau kegiatan belajar siswa

b.     Fitur-fitur aplikasinya cukup lengkap

c.      Mudah diakses oleh siswa

2.     Kekurangan

a.     Membutuhkan akses internet yang memadai

b.     Ketersediaan sarana (HP, Laptop) dan pulsa data terbatas

c.      Masih ada guru dan siswa rendah yang memiliki kopetensi IT rendah

 

Sumber : ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas